IKraR (Indeks Kesejahteraan Rakyat) adalah :
i) Indeks untuk mengukur tingkat kesejahteraan rakyat di Indonesia;
ii) alat ukur keberhasilan pembangunan yang inklusif; dan
iii) alat ukur ketersediaan akses terhadap pemenuhan hak-hak dasar rakyat.

Perumusan IKraR dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa:

  1. Berbagai indikator instrumen pengukuran yang digunakan saat ini memiliki keterbatasan dalam melihat realitas di masyarakat;
  2. indikator yang digunakan oleh instrumen masih banyak yang bersifat makro dan cenderung lebih banyak melihat kesejahteraan dalam perspektif ekonomi;
  3. krisis yang terjadi diberbagai belahan dunia mendorong inisiatif untuk melakukan tinjauan ulang terhadap instrumen dan indikator pembangunan; dan
  4. Indonesia memerlukan instrumen pengukuran yang melihat pengukuran kesejahteraan berdasarkan kondisi & realitas ke-Indonesiaan.

IKraR dihasilkan melalui proses diskusi yang panjang dengan berbagai pihak, dari pakar, institusi pemerintah maupun non pemerintah, hingga penduduk di level desa. Proses perumusan IkraR diawali dengan menggali gagasan tentang kesejahteraan bersama para pakar.

Batasan kesejahteraan yang dirumuskan adalah bahwa kesejahteraan bersifat holistik, yakni tidak hanya kesejahteraan dari sudut pandang ekonomi, atau sosial, tetapi mencakup kesejahteraan ekonomi, sosial, dan politik. Setelah dihasilkan rumusan tentang konsep kesejateraan, selanjutnya ditentukan apa yang akan diukur, dan bagaimana mengukurnya. Mengacu pada batasan kesejahteraan yang digunakan, maka pengukurannya pun mencakup tiga dimensi, yakni: ekonomi, sosial, dan politik, yang kemudian dijabarkan dengan demokrasi dan governance. Rangkaian diskusi perumusan IKraR tersebut adalah: diskusi serial 1& 2, diskusi pakar 1 &2, konsultasi publik daerah 1 & 2, konsultasi publik nasional, simulasi indikator, serta simulasi pengukuran dan penyempurnaan.

Perumusan dan perhitungan Indeks Kesejahteraan Rakyat (IKraR) pada awalnya didasari dengan pemikiran bahwa kesejahteraan bersifat holistik, yakni kesejahteraan tidak hanya dilihat dari sudut pandang ekonomi, atau sosial, tetapi mencakup kesejahteraan ekonomi, sosial, dan politik. Setelah dihasilkan rumusan tentang konsep kesejahteraan, selanjutnya ditentukan apa yang akan diukur, dan bagaimana mengukurnya. Mengacu pada batasan kesejahteraan yang digunakan, maka pengukurannya pun ditetapkan kedalam bentuk tiga dimensi, yakni: dimensi ekonomi, dimensi sosial, dan dimensi politik, yang kemudian dijabarkan dengan demokrasi dan governance.

Langkah lanjut setelah terbentuknya rumusan 3 dimensi pendukung IKraR adalah memperdalam penghitungan IKraR dengan memasukkan indikator-indikator yang berpengaruh ke dalam masing-masing dimensi. Keseluruhan jumlah indikator yang dipakai sebagai penyusun Indeks IKraR berjumlah 22 indikator yang terbagi dalam 10 indikator dalam Dimensi Keadilan Sosial, 7 indikator dalam Dimensi Keadilan Ekonomi dan 5 indikator dalam Dimensi Keadilan Demokrasi dan Governance.

Angka hasil perhitungan Indeks IKraR di setiap wilayah nantinya akan dimasukkan ke dalam kategori tingkatan kesejahteraan tertentu yang dilegendakan dengan warna-warna untuk setiap range/wilayah kategorinya. Pewarnaan yang diambil dalam mengkategori kondisi indeks kesejahteraan rakyat adalah berbeda-beda dimana warna untuk kelompok indeks kesejahteraan rakyat terendah adalah berwarna merah tua dan warna untuk kelompok indeks kesejahteraan Rakyat tertinggi adalah hijau tua.

Ikrar

Nilai-nilai Indeks Kesejahteraan Rakyat (IKraR) selanjutnya dituangkan dalam informasi yang berbentuk peta, tabel dan grafik yang sudah menjadi satu kesatuan informasinya. Warna-warna legenda yang disebutkan di atas selanjutnya disajikan ke dalam warna peta yang berbeda-beda untuk setiap wilayah peta baik provinsi maupun kabupaten atau kota. Tabel merangkum isi informasi angka-angka Indeks Kesejahteraan Rakyat, dimensi-dimensi dan indikator penyusun Indeks Kesejahteraan Rakyat. Sedangkan Grafik memberikan informasi tentang perubahan nilai-nilai Indeks Kesejahteraan Rakyat setiap tahun secara series serta menginformasikan letak urutan provinsi atau kabupaten atau kota dalam Indeks Kesejahteraan Rakyat Per tahunnya.

Membaca Peta IKraR sebenarnya akan membantu memudahkan kita untuk mengetahui wilayah-wilayah mana yang memiliki nilai Indeks Kesejahteraan yang tinggi atau rendah serta membandingkannya dengan wilayah lain dalam tingkatan administrasi yang sejajar. Selain itu Peta Indeks IKraR ini juga dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk melakukan prioritas pelaksanaan pembangunan di wilayahnya masing-masing dengan memperhatikan warna-warna legenda yang tertera di peta.

Provinsi Bali bisa diambil sebagai contoh tentang bagaimana cara membaca Peta Indeks IKraR. Gambar-gambar yang tertera di bawah adalah gambar peta Indeks IKraR Provinsi Bali beserta kondisi dimensi dan beberapa indikator penyusun Indeks IKraR. Pada peta (1) dapat dilihat Nilai Indeks IKraR di Kabupaten/kota di Provinsi Bali. Secara kategori Indeks IKraR Kabupaten Kota di Provinsi Bali memiliki nilai indeks yang berkisar antara sedang sampai baik yang digambarkan dengan warna kuning, hijau dan hijau tua.

Kemudian analisis lebih diperdalam dengan melihat nilai tiga dimensi kabupaten/kota di Provinsi Bali. Pada Gambar Dimensi Keadilan Sosial (2a), Dimensi Keadilan Ekonomi (2b) dan Dimensi Keadilan Demokrasi dan Governance (2c) dapat dilihat bahwa dimensi keadilan ekonomi memiliki nilai indeks yang cukup rendah yang ditandai dengan warna merah (tua) dan hampir terjadi di setiap kabupaten kota di Provinsi Bali.

Identifikasi lanjutan dari rendahnya Indeks Dimensi Keadilan Ekonomi ini adalah dengan cara melihat pada indikator-indikator yang menyusun Indeks Keadilan Ekonomi. Secara definisi indikator-indikator penyusun indeks dimensi keadilan ekonomi adalah Rasio PAD terhadap APBD, Ketersediaan dan Akses ke Bank, Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun ke atas yang bekerja, Jumlah Penduduk yang memiliki rumah, Perbandingan Pengeluaran Penduduk dengan Garis Kemiskinan, Tingkat pengeluaran rumah tangga untuk pendidikan dan Tingkat pengeluaran rumah tangga untuk kesehatan. Untuk contoh, bisa diambil 3 peta indikator dimensi Keadilan Ekonomi yaitu peta Jumlah Penduduk yang memiliki Rumah (2b1), peta Akses ke Bank (2b2) dan peta Rasio PAD terhadap APBD (2b3). Dari ketiga peta indikator tersebut dapat dilihat bahwa warna merah menunjukkan nilai indikator/indeks yang rendah dan perlu mendapat perhatian/prioritas pembangunan. Untuk peta jumlah penduduk yang memiliki rumah di beberapa kabupaten/kota di Bali perlu mendapatkan perhatian lebih, peta Akses ke Bank terlihat bahwa seluruh kabupaten kota di Provinsi Bali nilai indikator yang rendah dan peta Rasio PAD terhadap APBD memperlihatkan bahwa sebagian besar kabupaten/kota di Provinsi Bali masih memiliki rasio PAD yang kecil terhadap APBD.

Peta Ikrar

Kesimpulan yang bisa diambil dari identifikasi dan analisa peta-peta Indeks IKraR tersebut antara lain adalah bahwa :

  1. Bagi Pemerintah Provinsi Bali prioritas pembangunan yang perlu segera dilaksanakan adalah yang terkait dengan pemerataan pembangunan antara wilayah kabupaten kota dan terkait dengan dimensi ekonomi yang memiliki nilai dimensi yang masih rendah (merah) secara merata di seluruh kabupaten kotanya seperti peningkatan kemudahan akses bank (akses kepada sumberdaya ekonomi), meningkatkan rasio PAD terhadap APBD di wilayah kabupaten kota yang masih rendah rasionya (merah) dan peningkatan kemampuan atas kepemilikan rumah sendiri di kabupaten kota yang masih rendah kepemilikannya.
    Hal lain yang bisa dilihat dari peta-peta Indeks IKraR tersebut adalah bisa digunakan Pemerintah Provinsi Bali untuk melihat ketimpangan kesejahteraan antar wilayah kabupaten kota yang ada.
  2. Bagi Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Kota Peta Indeks IKraR ini dapat dipakai sebagai acuan dalam menentukan prioritas pembangunan di wilayah kabupaten/kota masing-masing dengan melihat nilai-nilai/indeks rendah yang terdapat di wilayahnya masing-masing.

Dalam bentuk yang lebih ringkas, tahapan menbaca Peta-Peta Indeks Kesejahteraan Rakyat (IKraR) adalah dengan langkah-langkah berikut :

Langkah langkahMelihat Indeks IKraR dengan menggunakan tabel pada dasarnya adalah sebagai tindakan yang lebih teknis untuk mengetahui nilai tingkat kesejahteraan di suatu wilayah. Indeks IKraR adalah indeks kesejahteraan yang besaran nilainya merupakan penjumlahan dari 3 indeks dimensi penyusunnya yaitu dimensi keadilan sosial, dimensi keadilan ekonomi serta dimensi keadilan demokrasi dan pemerintahan.

Untuk mengetahui kondisi kesejahteraan di suatu wilayah dengan menggunakan angka-angka Indeks IKraR dapat dilakukan dengan mengkategorikan angka-angka indeks tersebut ke dalam batasan-batasan angka legenda dan warnanya (Gambar kategori legenda di atas).

Sedang untuk melihat kategori nilai indeks setiap dimensi IKraR adalah dengan cara membandingkan nilai indeks setiap dimensi tersebut ke dalam legenda dimensi yang nilainya adalah sepertiga dari nilai legenda Indeks IKraR.

Index IkrarDengan menyandingkan angka Indeks atau angka dimensi IKraR ke dalam batasan-batasan legendanya tersebut pada akhirnya dapat dilihat pencapaian tingkat kesejahteraan penduduk di wilayahnya masing-masing.

sumber : http://www.sapa.or.id/tentang-ikrar