Bojonegoro – Peneliti Senior Bojonegoro Institute (BI), Iskandar Saharudin, berpendapat bahwa inisiatif kebijakan Bupati Bojonegoro tentang Dana Abadi minyak dan gas bumi (Migas) sangat bagus. Insiatif itu tergolong sebagai inovasi daerah yang harus didukung dan dikawal implementasinya.

Demikian pernyataan pria yang punya hobi baca buku ini. Bagi Iskandar, secara yuridis, kebijakan Dana Abadi Migas Kabupaten Bojonegoro sangat mungkin untuk diterapkan.

“Memang secara letter-like, belum ada legislasi nasional atau produk hukum setingkat Undang-Undang, yang mengatur hal tersebut secara umum. Namun, hukum positif di Indonesia, disamping mengacu kepada hukum yang bersifat umum, juga mengatur hukum yang bersifat teknis,” jelasnya.

Menurut Iskandar, ketiadaan aturan umum tidak menegasi aturan spesifik dan teknis yang ada. Dan hal tersebut dapat menjadi acuan bagi kebijakan ditingkat di bawahnya. Jadi, meskipun tak ada ketentuan umum, namun UU APBN 2010 telah menjalankan kebijakan Dana Abadi tersebut untuk pendidikan. Dan bahkan UU Penyelenggaraan Haji juga telah mengatur mengenai penggalangan Dana Abadi.

“Cukup dengan dua UU tersebut, kebijakan legislasi daerah di Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tersebut dapat ditetapkan dan dilaksanakan,” kata Iskandar.

Senada dengan Iskandar, pada kesempatan terpisah. Ekonom dan Ketua Tim Anti-Mafia Migas, Faisal Basri juga mengapresiasi inisiatif kebijakan daerah tersebut. Hal ini disampaikan Faisal pada saat acara ‘Jengker’ (Dialog) dengan tema “Menolak Kutukan Sumber Daya Alam dengan Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan” beberapa malam yang lalu, di Pendopo Kabupaten Bojonegoro (27/3/2015).

Faisal Basri mengatakan migas harus dijaga agar tidak dicuri oleh maling-maling. Ia mengibaratkan sebuah kebun migas, maka harus dipagari agar orang yang tidak berhak tidak dapat masuk ke dalamnya.

“Saya ingin mengingatkan kita semua, pada ajaran di dalam agama kita. Pulang dari sini mudah-mudahan kita sepakat untuk membaca Surat Yusuf Ayat 46-49. Bahwa diceritakan waktu itu, Raja Firaun bermimpi melihat tujuh Sapi betina gemuk dimangsa tujuh Sapi kurus. Kemudian ada tujuh bulir gandum yang bernas, yang hijau dan tujuh bulir gandum yang kering,” cerita Faisal.

“Para penafsir mimpi Raja tidak ada yang dapat menjelaskan, kecuali Nabi Yusuf. Nabi menganjurkan agar Raja Fir’aun menanam tanaman pangan saat ini di saat musim sedang baik. Hasilnya akan baik. Maka gunakan hasilnya seperlunya. Dan selebihnya tetapkan (simpan) dalam bulirnya,” lanjut Faisal.

Menurut Faisal Basri, semangat Dana Abadi yang ingin dibuat oleh Bojonegoro sejalan dengan spirit ajaran tersebut. Hasil pendapatan Migas akan disimpan, dan akan digunakan pada saat musim paceklik tiba, saat sumber Migas telah habis. Ataupun jika lagi kesusahan (sangat membutuhkan), hasil yang disimpan (Dana Abadi Migas) dapat digunakan, tapi hanya seperlunya. Seperti untuk meningkatkan kualitas SDM manusia Bojonegoro.

“Saya secara pribadi bersama teman-teman di Jakarta berusaha membuat pagarnya lebih kuat agar tidak ada banteng yang masuk ke kebun migas. Tidak ada babi hutan yang masuk ke kebun migas. Menjaga kebun migas yang kita pelihara untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Dana Abadi itu juga merupakan pembelajaran dari Business Cycle. Yaitu ada masa-masa baik, ada masa-masa buruk. Pada masa baik jangan sampai lupa pada masa buruk dan sebaliknya, demikian kata Faisal Basri.

Sementara itu Awe. Syaiful Huda, Direktur Bojonegoro Institute lebih menitikberatkan tentang pentingnya mekanisme yang bisa menjamin bahwa Dana Abadi Migas nantinya akan aman. Karena menurutnya, jika benar sebagaimana gagasan awal, yang akan dimasukkan Dana Abadi 100 persen dari Participating Interest, sebesar 25 Trilliun dan sebagian dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Kalau nanti bentuk yang dipilih deposito, ini ditambah bunganya setiap tahun.

“Penting menurut saya untuk memikirkan mekanisme yang paling aman. Sehingga Dana Abadi Migas tidak diambil oleh siapapun, termasuk Bupati dan Parlemen berikutnya. Karena semangatnya Dana Abadi ini akan digunakan untuk anak cucu, generasi yang akan datang,” Jelas Awe.(Pj/Ls)