Proyek Lapangan Desa Sambiroto Yang Memprihatinkan – Proyek pembangunan lapangan olahraga di Desa Sambiroto telah membuat warga netizen komplain. Salah satunya, yang diungkapkan oleh Elrino Rah, di Facebook Media Bojonegoro, pada hari Minggu, 15 April 2018. Elrino mengeluhkan hasil real proyek pengadaan lapangan tersebut, yang mengundang berbagai komentar warga netizen lainnya.

Kondisi lapangan yang didanai oleh APBD 2017 itu sangat memprihatinkan. Seperti yang dikeluhkan oleh El Rino Rah. Padahal anggaran proyek itu sangat besar, hampir mencapai 1 miliyar, atau tepatnya bernilai Rp. 957.112.000,- . Kondisi lapangan sangat tidak layak untuk digunakan olahraga, seperti sepakbola. Pasalnya  lapangan itu berantakan, banyak batu, dan, ujar El Rino Rah, lebih cocok digunakan untuk balap kerbau, balap sapi, atau lomba motor trail.

Berdasarkan informasi itu, Tim Bojonegoro Institute melakukan kunjungan lapangan untuk melakukan konfirmasi dan verifikasi lapangan, melalui observasi lokasi dan interview warga sekitar lokasi. Salah satu warga yang tak mau menyebutkan namanya menyatakan bahwa proyek-proyek semacam ini sering terjadi. “Halah, lek ngurusi dana sing tertera nek plang  Sambiroto kuwi lho serba aneh. Munggohno ngono ora sumbut karo kenyataane. Duwek sakmono akeh e lho kor dadi ngono tok. Ngunukui yo wis biasa. Opo meneh kui, duwek 1 miliar sing dadi permasalahan”

Warga pun bertanya-tanya kejelasan pembangunan lapangan tersebut. “Jika dinyatakan selesai ya gimana hasilnya kok seperti itu. Tapi mestinya kalau dinyatakan belum selesai, kan seharusnya masih ada orang yang mengerjakan proyek tersebut. Namun, pada kenyataannya sudah berhenti,” kata warga lainnya.

Dalam kunjungan lapangan tersebut Tim BI memperoleh beberapa temuan berikut ini:

  1. Papan informasi proyek tidak mencantumkan informasi mengenai alamat dan nomor kontak dari Pelaksana dan Pengawas Proyek. Disamping itu, juga tidak ada informasi mengenai waktu, kapan dimulainya pelaksanaan dan berakhirnya Proyek tersebut.
  2. Proyek pembangunan lapangan olahraga Desa Sambiroto tersebut, merupakan bagian dari proyek DPA-SKPD di APBD TA 2017, dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, dengan nama pekerjaan Pembangunan Sarana dan Prasarana Penunjang Olahraga Karang Taruna “Sambiroto.” Temuan BI, Proyek ini belum disampaikan ke dalam system BOS Pemkab Bojonegoro.
  3. Warga desa mengalami kekhawatiran adanya ancaman intimidasi dari pihak-pihak yang berkepentingan mengeruk keuntungan dari Proyek tersebut, sehingga tidak bersedia menyebutkan identitas namannya kepada tim BI.

Dengan temuan-temuan BI dari hasil kunjungan lapangannya tersebut, Bojonegoro Institute menghimbau, mendesak, dan mendorong bagi Dinas PU khususnya dan Pemkab Bojonegoro umumnya, agar:

  1. Menciptakan secara konsisten transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengadaan barang dan jasa di Kabupaten
  2. Memastikan setiap kontrak pengadaan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diupload dan disediakan dalam BOS (Bojonegoro Open System), termasuk proyek-proyek infrastruktur dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya, tanpa kecuali.
  3. Menindaklanjuti komplain warga dan memberikan sanksi yang tegas jika ditemukan pelaksanaan yang tidak sesuai dengan kontrak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *