Oleh: Saiful H.
Bojonegoro (14/8/2019) – Jam di Hp-ku sudah menunjukkan pukul 14.30 wib. Matahari pun mulai beranjak dan condong ke barat. Cahayanya mulai redup, menerobos di balik celah-celah dedauanan yang rindang, yang terhampar di belakang sebuah kafe yang terletak di Jalan Pangsud, Bojonegoro. Nama kafenya, “Kafe Satron”.

Nampak di salah satu meja, sekumpulan orang sedang duduk dan bercegkrama dengan sesekali berbincang-bincang serius. Mereka berlima; Tulus Addarma, Dedi Mahdi, Arik Tri Pangestuti, Ririn Wedia, dan Athok M. Nur Rozaky. Masing-masing merupakan wartawan dari beberapa media ternama di Bojonegoro, sedang berbincang-bincang tentang perkembangan dinamika politik dan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro. Salah seorang dari mereka sedang serius memperbincangkan data dan informasi pengadaan barang dan jasa di Bojonegoro, yang barusan diakses dari laman Siipp.Net – sebuah sistem keterbukaan informasi dan pemantauan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dikembangkan oleh Bojonegoro Institute.

“Website Siipp.Net ini sangat membantu kita dalam melaksankan kerja-kerja peliputan dan investigasi. Datanya sangat up to date dan mudah sekali diakses melalui smarphone. Melalui aplikasi ini, kita jadi tahu perkembangan tahapan proses pengadaan barang dan jasa di Bojonegoro. Misalnya proyek apa saja yang hari ini sudah selesai tender. Siapa penyedianya, berapa nilai kontrak dan waktu pelaksanaan pekerjaan,” kata Dedi Mahdi, wartawan MNCTV.

Menurut Dedi, wartawan yang juga aktif di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro ini, bahwasanya masyarakat, khususnya warga Bojonegoro, seharusnya bisa memanfaatkan Siipp.net ini, agar warga bisa mengetahui dan memantau proyek-proyek yang ada di sekitarnya. Terlebih lagi, di aplikasi Siipp.net telah tersedia fitur atau menu yang berfungsi untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan pada masing-masing tahapan pengadaan; mulai dari tahap perencanaan atau pengumuman, pemilihan penyedia, penetapan pemenang, hingga tahap pelaksanaan pekerjaan. Selain itu, pada tahapan “pemenang dan kontrak” terdapat grafik perkembangan data pagu anggaran, HPS (Harga Perkiraan Sendiri), hingga harga negosiasi dan nilai kontrak.

“Aplikasi Siipp.net ini menarik sekali. Ada banyak fitur yang disediakan bagi penggunanya, termasuk kita sebagai jurnalis. Ada menu untuk menyampaikan laporan atau pengaduan serta aspirasi pada setiap proyek tertentu. Ada juga fitur yang menampilkan daftar penyedia berikut detai informasi terkait berapa kali ia ikut tender dan berapa kali menang. Kita pun bisa men-searching data; apakah penyedia yang kemarin bermasalah, lolos kembali mendapatka proyek. Pokonya menarik sekali,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Arik Tri Pangestuti atau yang biasa dipanggil Arik ini, seorang wartawan dari B-One, sebuah media televisi lokal. Menurutnya, aplikasi Siipp.Net sangat membantunya akan kebutuhan data dan informasi yang berkaitan dengan proyek-proyek pengadaan di Kabupaten Bojonegoro.

“Bermanfaat sekali. Menjadi data awal untuk melakukan peliputan terkait pengadaan barang dan jasa di Bojonegoro,” ungkap Arik, jurnalis perempuan yang juga aktif di organisasi AJI Bojonegoro ini.

Sementara itu, Tulus Adarrma, Jurnalis dari Beritajatim.com, mengatakan bahwasanya selama ini data dan informasi yang berkaitan dengan kegiatan pengadaan barang dan jasa, belum banyak jurnalis yang mengetahui secara komprehensif ataupun memanfaatkannya. Karenanya dengan adanya kegiatan peningkatan kapasitas jurnalis dan pengembangan aplikasi Siipp.Net oleh Bojonegoro Institute, menurutnya sangat membantu para wartawan dalam melaksanakan tugas dan kerja-kerja jurnalistik.

“Melalui aplikasi Siipp.Net, saya sebagai jurnalis, bisa dengan mudah mengetahu berapa nilai proyek infrastruktur, siapa penyedia dan dimana lokasinya, serta serta sejauhmana perkembangannya,” ucap pria, yang juga aktif di Komunitas Sayap Jendela, sebuah komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *