Reporter: _

Bojonegoro – Rombongan Bojonegoro Institute (BI) menggelar studi lapangan peserta pelatihan tata kelola industri ekstraktif se-Asia di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur, Selasa (29/04/2014).

Menanggapi pertanyaan peserta pelatihan tata kelola industri ekstratif, Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto, mengatakan, dengan adanya proyek migas di Blok Cepu banyak perkembangan yang ada di desa sekitarnya. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan operator melalui melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR).

“Untuk pembangunan infrastruktur desa semakin meningkat dibandingkan sebelumnya. Semisal infrastruktur jalan poros desa pavingisasi dan lain sebagainya,” kata Winto.

Dijelaskan, peningkatan kedepan perlu dimaksimalkan lagi oleh operator ladang migas Banyuurip, Mobil Cepu Ltd (MCL). Terutama peningkatan ekonomi, seperti pemberdayaan kepemudaan dan perempuan yang hingga saat ini masi kurang.

“Selain yang mengarah di infrastrukktur, dan kesehatan. Yang perlu ditingkatkan lagi adalah tentang pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Winto menambahkan, mesipun sudah ada keberhasilan, terutama pelatihan-pelatihan yang mengarah pada Karangtaruna (Katar) Gayam.  Seperti pelatihan kewirausahaan, koperasi, pengelolaan biogas, dan peternakan. Lain itu, kususnya pemuda, dengan adanya proyek Engineering Procurement and Comstruction (EPC)- 1 dan 5 Banyuurip sudah banyak yang terlibat. Semisal, jadi helper dan unskil lainnya.

 “Tetapi perlu ada peningkatan lagi dalam pengalaman di dunia migas untuk kedepannya,” harap Winto.

Disisi lain dengan adanya proyek Blok Cepu, juga bisa dikata menurunkan ekonomi warga, utamanya para petani. Karena banyaknya lahan pertanian yang dibebaskan yakni sekitar seluas 700 hektar. Sehingga hal itu menjadikan kendala peningkatan ekonomi warga.

“Jika pihak pemda tidak memberikan perhatian kepada warga tani secara serius maka dipastikan peningkatan ekonomi warga juga akan kesulitan. Sedangkan mau ikut kerja di proyek faktor kemampuan yang tidak mumpuni,” imbuhnya.

“Program yang sudah berjalan kepemudaan, peternakan, dan pengelolaan biogas,” sambung Santoso salah satu Katar Gayam. (sam)

Sumber : https://www.suarabanyuurip.com/kabar/baca/studi-lapangan-tata-kelola-industri-migas-di-gayam

Studi Lapangan Tata Kelola Industri Migas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *